Labolang

Sinar matahari menembus masuk celah atap kamar yang transparan. Labolang masih pulas. Mulutnya menganga lebar. Padahal hari sudah hangat. Mari masuk ke alam tidurnya. Ada apa gerangan hingga ia betah tidur hingga matahari terik begini? Bayi? Labolang sedang menggendong seorang bayi laki-laki. Bayi itu sudah bisa menegakkan lehernya sendiri. Ia tampak bahagia dalam gendongan Labolang. … Continue reading Labolang

Advertisements

Segelas Es Kunir Asam Di Rumah Susun

Sore yang masih terik. Ruli duduk di meja sebuah warung makan di lantai dasar rumah susun. Menikmati gorengan, menikmati lalu lalang kendaraan di bawahnya, menikmati atap-atap rumah yang semrawut di pinggiran kali sementara di atasnya langit biru terbentang luas. Bila tidak ada hotel yang menjulang di belakang rumah-rumah tadi pemandangan sorenya akan sempurna. Kedua kalinya … Continue reading Segelas Es Kunir Asam Di Rumah Susun