Aku tidak menikmati akhir pekan. Biarlah. Hujan mengguyur Jogja sehabis Isya. Aku berteduh di bawah terpal warung nasi bersama dua orang pembeli yang beberapa kali ini aku melihatnya selalu kemari. Mereka dua anak muda yang berlogat Banyumas, bisa jadi Banjarnegara, bisa pula Tegal. Tampang mereka masih berbau bedak bayi. Anak kuliahan semester satu sepertinya. Kami selalu bertemu di warung nasi di jam yang sama. Dan selalu mereka duluan yang tiba di sana.

Udan lonthe!” kata pria pemilik warung nasi. Ia mengumpat entah kepada siapa.

Memang beberapa hari ini, mungkin sudah seminggu lebih, Jogja tidak diguyur hujan. Cuaca siang hari cerah benderang. Lalu malam tadi tiba-tiba hujan. Deras pula. Namun kemudian berhenti. Tidak sampai sepuluh menit. Itulah mengapa pria pemilik warung nasi itu mengatakan hujannya lonthe. Kenapa tidak sekalian hujan deras sampai pagi, mungkin pengertian dari kata-katanya seperti itu.

Tidak harus juga mengumpat dengan kata yang tidak pantas seperti itu, kurasa. Aku khawatir sesuatu yang buruk terjadi padanya. Aku sempat bergidik ngeri ketika pria pemilik warung nasi itu mengucap kata lonthe. Sempat aku melirik pada kucuran hujan yang deras di luar terpal. Aku seperti dapat merasakan perasaan hujan. Aku khawatir hujan akan tersinggung, lalu marah dan mengadu kepada penciptanya.

Hujan lebih memiliki akses khusus kepada penciptanya dari pada kita, manusia. Lebih didengar keluhannya daripada kita. Lebih cepat dikabulkan pintanya daripada kita. Tempatnya pun jauh lebih dekat dengan tempatNya daripada kediaman kita. Jadi itulah mengapa aku bergidik saat mendengar kata lonthe dari mulut pria pemilik warung nasi itu.

Hujan pun benar-benar berhenti. Aspal cepat kembali mengering. Rasa kuatirku hanya tinggal kekhawatiran saja. Hujan tidak tersinggu dan marah. Semula aku meminta kepada pria pemilik warung nasi itu untuk membungkus makananku tapi kemudian aku menarik kata-kataku. Aku lebih suka menikmati masakannya di warungnya daripada di kamar kosku. Aku lalu menikmatinya. Sudah tidak hujan lagi.

“Memang udan lonthe!” umpatnya kembali.

Jogja, Jumat 16 Desember 2016

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s