Apa itu mimpi? Aku sudah tidak dapat mengenalnya lagi. Setahun silam aku masih ingat tetek-bengek soal mimpi, cita-citaku. Isi kepala rasanya penuh omong kosong belaka. Angan-angan melayang tinggi, terbang bebas di ruang hampa angkasa. Setinggi itukah mimpi itu.
Rambut sudah banyak yang memutih di sana sini. Hidup seperti berkejaran dengan usia. Jiwa ini semakin rapuh. Menyerah pada nasib. Asal bisa makan dan ada tempat layak tidur, cukup.
Bertemu orang begitu menguras energi. Aku tak perlu melakukannya lagi. Sendiri rasanya cukup. Berteman sepi. Ditemani oleh kesendirian itu sendiri.
Hidup ini memang sepi.
