Dan Pagi pun Datang

Silvia. Aku mendengar ia menyebutkan namanya. Mudah-mudahan aku tidak salah dengar. Telingaku tertutup topi gunung untuk menghalau angin yang dingin. Dan aku tidak fokus pada apapun, hanya pada tubuhku yang menggigil. Aku sedang berada di pinggir kawah di atas gunung. Duduk meringkuk di antara cekungan tebing dan batu besar, dengan jaket gunung yang tidak tebal. … Continue reading Dan Pagi pun Datang

Advertisements

Hujan dan Pria Pemilik Warung Nasi

Aku tidak menikmati akhir pekan. Biarlah. Hujan mengguyur Jogja sehabis Isya. Aku berteduh di bawah terpal warung nasi bersama dua orang pembeli yang beberapa kali ini aku melihatnya selalu kemari. Mereka dua anak muda yang berlogat Banyumas, bisa jadi¬†Banjarnegara, bisa pula¬†Tegal. Tampang mereka masih berbau bedak bayi. Anak kuliahan semester satu sepertinya. Kami selalu bertemu … Continue reading Hujan dan Pria Pemilik Warung Nasi